11/07/14

Cara Menghidupkan Bulan Ramadhan


Marhaban Ya Ramadhan... 

Bertemu lagi dibulan yang penuh berkah. Masih ingatkah khutbah Rasulullah saat menyambut Ramadhan?. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat gembira dan memberikan kabar gembira kepada umatnya dengan datangnya bulan Ramadhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan-keutamaannya dalam pidato penyambutan bulan suci Ramadhan:

Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: "Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun" . 

Kami berkata : "Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ?". 

Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya, maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak butuh dengannya. 2 hal itu adalah; Syahadat Laa ilaha illallah dan beristighfar kepada-Nya. Adapaun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul saw) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga” (HR al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al- Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani).

Nah, dari khutbah yang disampaikan Rasulullah tidakkah antum ingin menghidupkan ramadhan ?.

Pastinya Antum ingin menghidupkan ramadhan hingga mampu memenangkan bulan Ramadhan ini. Ini nihhh caranya menghidupkan ramadhan :


1. Shiyam (puasa)
Shaum atau shiyam bermakna menahan (al-imsaak), dan menahan itulah aktifitas inti dari puasa. Menahan makan dan minum serta segala macam yang membatalkannya dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan diiringi niat. Jika aktifitas menahan ini dapat dilakukan dengan baik, maka seorang muslim memiliki kemampuan pengendalian, yaitu pengendalian diri dari segala hal yang diharamkan Allah. Dalam berpuasa, orang beriman harus mengikuti tuntunan Rasul saw . atau sesuai dengan adab adab Islam sehingga puasanya benar.

2. Berinteraksi dengan Al-Quran
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran (QS.2:185). Pada bulan ini Al-Qur’an benar-benar turun ke bumi (dunia) untuk menjadi pedoman manusia dari segala macam aktifitasnya di dunia. Dan malaikat Jibril turun untuk memuroja’ah (mendengar dan mengecek) bacaan Al-Quran dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Maka tidak aneh jika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lebih sering membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az-Zuhri pernah berkata :”Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran”. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan esensi dasar diturunkannya Al-Quran untuk ditadabburi, dipahami, dan diamalkan (QS.Shod: 29). Pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur’an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Qur’an. Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Qur’an baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), ta’liim (mengajarkan) dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman). 

Rasulullah saw . bersabda:“ Sebaik-baiknya kamu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya”.


3. Qiyam Ramadhan (Shalat Terawih)
Ibadah yang sangat ditekan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan sholat malam atau yang biasa dikenal dengan sholat tarawih. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barang siapa yang melakukan qiyam Romadon dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘aliahi).


4. Memperbanyak Dzikir, Do’a dan Istighfar
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu sia-sia tanpa aktifitas yang berarti. Diantara aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir, do’a dan istighfar. Bahkan do’a orang-orang yang berpuasa sangat mustajab, maka perbanyaklah berdo’a untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang lain, khususnya yang sedang ditimpa kesulitan dan musibah. 


5. Shodaqoh, Infak dan Zakat
Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah dan dibulan Ramadhan beliau lebih pemurah lagi. Kebaikan Rasulullah saw. di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus karena begitu cepat dan banyaknya. Dalam sebuah hadits disebutkan : “Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan’ (HR Al-Baihaqi, Alkhotib dan At- Turmudzi).

Dan salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Seperti sabda beliau: “Barangsiapa yang memberi ifthor kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).


6. Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya
Bulan Ramadhan adalah saat yang paling baik untuk menuntut ilmu ke-Islaman dan mendalaminya. Karena di bulan Ramadhan hati dan pikiran sedang dalam kondisi bersih dan jernih sehingga sangat siap menerima ilmu-ilmu Allah SWT. Maka waktu-waktu seperti ba’da shubuh, ba’da dhuhur dan menjelang berbuka sangat baik sekali untuk menuntut ilmu. Pada saat yang sama para ustadz dan da’i meningkatkan aktifitasnya untuk berdakwah menyampaikan ilmu kepada umat Islam yang lain.


7. Umrah
Umrah pada bulan Ramdhan juga sangat baik dilaksanakan, karena akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah kepada seorang wanita dari Anshor yang bernama Ummu Sinan : “Agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. ”.(HR.Bukhari dan Muslim).


8. I’tikaf
I’tikaf adalah puncak ibadah di bulan Ramadhan. Dan ‘Itikaf adalah tetap tinggal di masjid taqqorrub kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala aktifitas keduniaan. Dan inilah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah pada bulan Ramadhan, disebutkan dalam hadits : “ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR Bukhari dan Muslim).


9. Mencari Lailatul Qadar
Lailatul Qodar (malam kemuliaan) merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam melalui Rasulnya shalallahu ‘alaihi wa sallam Malam ini nilainya lebih baik dari seribu bulan biasa. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan. Malam kemuliaan itu waktunya dirahasiakan Allah SWT. oleh karena itu Rasulullah shalallahu‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk mencarinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Saya berkata, wahai Abu Said engkau lebih tahu tentang bilangan”. Abu said berkata :”Betul” . “Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Berkata:” Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7 dan jika sudah lewat 5 yang kurang 5” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al-baihaqi).


10. Menjaga Keseimbangan dalam Ibadah
Keseimbangan dalam beribadah adalah sesuatu yang prinsip, termasuk melaksanakan ibadahibadah mahdhoh di bulan Ramadhan. Kewajiban keluarga harus ditunaikan, begitu juga kewajiban sosial lainnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menjaga keseimbangan, walaupun beliau khusu’dalam beribadah di bulan Ramadhan, tetapi tidak mengabaikan harmoni dan hak-hak keluarga. Seperti yang diriwayatkan oleh istri-istri beliau, Aisyah dan Ummu Salamah RA, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah tokoh yang paling baik untuk keluarga, dimana selama bulan Ramadhan tetap selalu memenuhi hak-hak keluarga beliau. Bahkan ketika Rasulullah berada dalam puncak praktek ibadah shaum yakni I’tikaf, harmoni itu tetap terjaga.

Itu sepuluh cara menghidupkan Ramadhan agar Antum bisa mendapatkan kemenangan yang khaqiqi di sisi Allah, semoga dimudahkan dalam menghidupkan Bulan Ramadhan ini dengan kebaikan-kebaikan. Aamiin Ya Robbal’alamin. -Dikutip : Panduan Ibadah Ramadhan




Oleh : Puji kristiana Dewi (Kadept. Sosmas)
Editor : Rofiyani

05/07/14

Merebut Kembali Kejayaan Islam

Sungguh betapa indahnya islam ini, semua penuh dengan keindahan, semua penuh ketakjuban, semua penuh kerinduan yang mendalam akan betapa hebatnya kebesaran risalah. Risalah yang agung yang dibawa oleh seorang rosul yang agung. Semua misi yang besar yang dibawa oleh seorang manusia yang besar. Bahwa sebuah amanat yang besar dipikul oleh seorang yang kuat juga bahwa sebuah peradaban yang gemilang hanya akan sukses jika di bangun oleh manusia yang punya gagasan peradaban. Betapa dahsyatnya kita menyaksikan Rasululah SAW yang begitu gemilang membawa sebuah risalah agung islam. Gejolak batin beliau melihat kehidupan jahiliyah saat itu menggoncang hatinya untuk bergerak menumpas kedzaliman yang bersumber pada ketidak adilan. Sungguh atas perenungan yang mendalam serta tempaan hidup yang penuhlika-liku. ALLAH SWT menanamkan didalam jiwanya kegemaran untuk menikmati sebuah renungan-renungan, pemikiran-pemikiran yang mendalam yang mencerahkan memecah cakrawala. Sampai pada penugasan sebagai Rosul,baginda Rosulullah hanya butuh waktu dua puluh dua tahun dua bulan dan dua puluh hari mengubah sebuah sejarah peradaban dunia melalui peradaban islam,peradaban islam yang menebarkan rahmatilahi keseluruh alam. 

Alangkah agungnya agama ini kalau saja ada manusia-manusia besar yang mengembannya. Bahkan Sayyid Quthub meramalkan situasi ini,dan berkata dengan penuh keyakinan bahwa “Islam adalah masa depan” atau “Masa depan di tangan islam”,ramalan ini menemukan faktanya. Itulah yang akan menjadi sebuah peradaban kecemasaan oleh masyarakat barat. Ketika Samuel P.Hungtington menganalisis pertarungan masa depan, bahwa konflik masa depan akan berpusat pada tema peradaban,lingkaran kecilnya bertema etnis. Pada muara besarnya islam menjadi competitor utama peradaban islam. Oleh karena itu, Hungtington pun meramalkan bahwa konflik besar yang akan datang adalah konflik antara islam dan barat. Masalahnya jarak peluang islam menjadi peradaban dunia dengan kemampuan kaum mulisim tersebut amat jauh. Oleh karena itu, kenapa AnisMatta menawarkan tiga tahapan peradaban melalui rekonstruksi manusia muslim dalam tiga tahapan: 

Pertama, harus ada pembaharuan afiliasinya kepada islam kembali sebab keislaman kaum muslimin saat ini lebih banyak dibentuk oleh warisan lingkungan sosial, bukan dari pemahaman dan kesadaran yang mendalam tentang islam.

Kedua, setelah memperbaharui keislaman kaum muslimin dengan memperbaiki kepada islam, setiap individu muslim harus kita bawa ke komunitas muslim yang besar, pada tahap pertama yaitu tahap afiliasi, kita menciptakan manusia muslim yang shalih. Maka pada tahap kedua ini manusia shalih itu kita leburkan kedalam masyarakat. Agar keshalihan individual bisa berkembang menjadi keshalihan kolektif. 

Ketiga, apabila pada tahapan kedua, yaitu tahapan partisipasi, manusia muslim telah melebur dalam masyarakatnya dan berpartisipasi alam membangun masyarakat tersebut maka pada tahapan ketiga kita perlu menjamin bahwa setiap orang yang berpartisipasi itu benar-benar dapat mencapai tingkat paling optimal dalam memberikan kontribusi terhadap islam. Maka dari itu disetiap keunikan individu yang ada dalam jamaah menjadi sebuah kekuatan jika terus dioptimalkan untuk islam, apabila keunikan potensi individu yang berbeda itulah yang harus bemuara pada sinergitas dakwah kita, menjadi sebuah gemuruh kebangkitan islam, menjadi sebuah gemuruh peradaban islam. 

Inilah sesungguhnya misi gerakan islam: melahirkan orang-orang baik yang kuat atau orang-orang kuat yang baik.

“Ya Allah lindungilah kami dari orang-orang yang bertaqwa yang lemahdantidakbertakwa yang lemahdantidakberdaya,danlindungilah kami dari orang-orang jahat yang perkasadantangguh”. (Umar Bin Khatab)




Oleh : Apri Supriyanto (Ketua Komisariat)

Editor : Rofiyani 

02/07/14

Jadilah Luar Biasa !!!

Seringkali kita berpendapat bahwa sangatlah mudah bicara tentang kebaikan, keikhlasan dan segala tentang hal-hal positif jika memang kita sedang dalam suasana hati yang mendukung untuk hal tersebut. Sebuah analoginya adalah, bukankah mudah menceritakan nikmatnya roti bakar jika kita sedang memakannya ?

Karenanya, menurut saya, adalah hal yang sangat biasa jikalau sebuah kalimat indah soal cinta itu muncul dari seorang yang sedang jatuh cinta. Adalah hal biasa jika sebuah kalimat tentang kesabaran itu muncul dari orang yang sedang tidak dirundung dalam kegundahan. Adalah hal yang wajar jika ketika sebuah kalimat kebahagiaan itu muncul dari orang yang memang sedang bahagia. Semua itu biasa, tidak hebat dan tidak menghujam. Karena mereka memang sedang mengalaminya.

Namun, Kehebatan dan keluarbiasaan yang sebenarnya adalah, ketika kau tetap bisa tersenyum dalam kesedihanmu. Tetap bisa menolong dalam keterbatasanmu. Tidak pernah mengeluh atas kekuranganmu. Tetap berusaha untuk mandiri atas ketergantunganmu.

Sesuatu yang luar biasa itu harus muncul dari hal yang tidak biasa. Dan hal yang tidak biasa itu tidak harus luar biasa. Kita hanya perlu merubah sudut pandang dalam setiap kejadian yang kita alami.

Bukankah dari setiap kesedihan tersimpan kegembiraan ??

Bukankah dari setiap kemalangan tersembunyi keberuntungan ??

Bukankah dari setiap cobaan terkandung anugerah ??

Dan begitupun sebaliknya.

Dari setiap kebahagiaan pasti tersimpan kesedihan…

Dari setiap keberuntungan pasti ada kemalangan…

Dan dari setiap anugerah pasti terkandung cobaan didalamnya…

Alangkah sangat luar biasa jika kita bisa menjadi seorang yang akan menunduk ditengah ketinggian, bersimpuh ditengah tingginya derajat dan memohon di tengah penuhnya anugerah.

Jadilah luar biasa ditengah ketidakbiasaan karena itulah yang paling luar biasa dari semua sikap yang dilakukan.

Aku ”biasa” karenanya aku jadi ”luar biasa”.




Oleh : Arief Kuswidyanarko Ramelan ( MSO Forum Lingkar Cendekia)

Editor : Rofiyani









KAMMI, I'm in love



Saya tidak menyangka kenapa saya sampai mengikuti organisasi KAMMI,bisa dibilang saya tersesat dalam kebaikan walaupun berawal dari keterpaksaan akhirnya menjadi kebiasaan, berawal dari situ saya mulai menaruh hati dengan organisasi ini dan saya mulai mencari tahu apa itu KAMMI ? 

Dengan bertanya kepada teman dan kepada orang yang sudah terlebih dahulu berada di KAMMI. Dari situlah saya mulai mengikuti kegiatan KAMMI. 

KAMMI adalah salah satu organisasi yang saya ikuti saat ini. KAMMI adalah organisasi dibidang sospol (sosial politik). Dulu saya tidak tau seperti apa KAMMI dan apa yang dilakukan KAMMI, tapi saat ini saya tau seperti apa KAMMI dan saya sudah tahu tujuan KAMMI. Walaupun awalnya saya hanya diajak oleh kakak-kakak senior sampai saya mengikuti DM1. Menurut saya DM 1 menjadikan saya lebih mengetahui banyak hal tentang KAMMI dan menambah pengetahuan dan pengalaman tentang KAMMI. 

Sekarang saya sudah menjadi pengurus KAMMI saya bangga menjadi anak KAMMI dan boleh dibilang saya jatuh cinta pada KAMMI, walapun organisasi ini adalah organisasi eksternal. Seumpama saya seorang rektor disuatu kampus saya akan menetapkan kebijakan KAMMI adalah bagian dari kampus. Kenapa tidak? Disinilah saya mencintai KAMMI. Semangat dan kreatifitas anak KAMMI yang tidak bisa saya temui dimanapun. Ukhuwah islamiyah itulah yang tidak bisa dicari. Ini yang lebih saya sukai karna disini kita berusaha untuk memperjuangkan KAMMI UNIVERSITAS PGRI Semarang dengan tetap semangat!

Mengikuti organisasi KAMMI tidak membosankan dan menyenagkan karena jalinan ukhwah islamiah yang sangat diutamakan dan mempunyai banyak teman dan bisa mengenal teman dari universitas yang lain itu sangat menyenangkan sekali. Begitulah pengalaman saya mengenai KAMMI.





Oleh : Resti Agdiarini (Sekertaris Sosmas)

Editor : Rofiyani 








































01/07/14


Semarang- Alhamdulillah, Agenda FORTASI atau biasa yang disebut dengan Forum Ta'aruf dan Silaturrahim yang diagendakan oleh Departemen Humas yang berlangsung pada (22/06) yang bertempat di Komisariat Hukum Universitas Diponegoro berjalan lancar.

Kali ini komisariat Universitas PGRI Semarang mencoba untuk berdiskusi ke komisariat Hukum Universitas Diponegoro.

Acara yang dimulai dari jam 15.00 ini cukup bikin antusias para kader. Karna setiap komisariat mempunyai pandangan sendiri dalam program kerja walaupun kita dalam satu ke-KAMMI-an. Disinilah kita dapat belajar dan berdiskusi saling melengkapi kekurangan tiap departemen. Tujuan FORTASI sendiri adalah untuk mempererat silaturrahim antara komisariat satu dengan komisariat lain. 





Post by Rofiyani